Mentari, bersinarlah

Ketika mentari kembali sinari dunia
Ku terbangun dengan senyuman dalam syukurku
Kembali ku dengar kicau burung yang bersahutan
Sapaan hangat dari mereka
Membuatku semakin tegar jalani hidup
Senyuman mereka kembali sejukkan hati ini
Tapi waktu tak pernah berhenti
Terus berganti dan semakin cepat
Tanpa ku sadari nikmat itu tlah berkurang
Tubuhku semakin ringan di atas kasur yang empuk
Tidak ada lagi cahaya yang hangat di pagi hariku
Ragaku tlah terbujur kaku..
Terbawaku pada apa yang pernah kuperbuat
Air mata mereka semakin membuatku sedih
Namun aku takut ketika kelak berada di hadapanNya
Aku takut………..
29 Oktober 2008

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s