Peristiwa Shubuh

Hitam tak bernyawa ketika bulan tlah pergi
Mentari belum menyapa hari
Pak tua yang wangi putih melangkah
Si muda busuk tak berdaya

Azan bersahutan dari sudut ntah dimana
Silih berganti memanggilmu…
Si muda terus tergoda bersama mimpi
Seakan pak tua tlah melihat kuburnya<a

Bershaf seperti dipaksa pimpinan
Bersahajanya pak tua dalam sisa nafasnya
Mana darah pejuang-pejuang itu…
Berteriak mereka dalam malam
Membisu di shubuh yang sunyi…

Gemericik air wudhu tiada membasuh pagi
Tapi malampun bagai siang tanpa jeda
Pemuda itu kian redup hatinya bagai tak bernyawa
Arungi mimpi yang fana bersama neraka

Tak ingatkah mereka padaMu?
Pada Dzat yang Maha Agung
Padahal mereka tau azabMu yang pedih
Mereka ingin merasakannya?
Kurasa tidak…

Mereka harus bangun dan berdiri
Untuk bersujud padaMu
Bukan lagi waktunya tidur yang hina
Ketika esok tak lagi bermentari
Kuharap mereka akan terbangun
Bersama cahaya dalam hatinya

Banda Aceh, 13 Desember 2009

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s