tentang Monyet

inspirasi itu bisa didapat darimana saja.ketika hujan turun, melihat pelangi. bahkan dari seekor monyet sekalipun, nah ini kisah 5 ekor monyet dengan seorang profesor

Seorang profesor sedang mengadakan penelitian terhadap beberapa ekor monyet.

Monyet A dan monyet B dimasukkan kesebuah ruangan tertutup yang didalamnya
diletakkan sebatang tiang, dimana pada puncak tiang itu terdapat setandan
pisang.

Monyet A mulai memanjat tiang itu, pada saat yg bersamaan sang profesor
menyiramkan air sehingga terpelesetlah monyet A dan jatuh.

Monyet A berusaha untuk memanjat lagi, tapi krn licin, kembali dia terjatuh,
begitu seterusnya, sehingga monyet A menyerah.

Kemudian giliran monyet B, melakukan hal yg sama dengan monyet A, berulang
kali mencoba dan jatuh, menyerah jugalah monyet B.

Kemudian, sang profesor memasukkan monyet C kedalam ruangan tersebut.

Monyet C ingin memanjat tiang tsb, sebelum hal itu terjadi, monyet A dan
monyet B dengan semangat menasehati monyet C untuk tidak mengalami hal yang konyol

yaitu terpeleset dan jatuh.

“Percuma kamu memanjat tiang itu, kami berdua sudah mencoba berulang kali
tetapi selalu gagal”

Akhirnya monyet C menuruti nasehat kedua monyet itu, dia tidak berusaha
mencoba memanjat lebih dahulu.

Kemudian sang profesor mengeluarkan monyet A dan B, dimasukkannyalah monyet D

dan monyet E.

Monyet D dan monyet E ingin sekali memanjat tiang itu, tetapi monyet C
mencoba menasehati mereka untuk tidak sekali-kali memanjatnya kalau tidak
ingin terpeleset dan jatuh.

Monyet D mendengar dan mematuhi nasehat tsb, dia tidak berusaha untuk
memanjat.

Tapi lain halnya dengan monyet E, dia tidak mendengarkan nasehat itu, dia
tidak terpengaruh dengan nasehat itu, dia mulai mencoba untuk memanjat.

“Apa salahnya mencoba” pikir monyet E

Karena sang profesor tidak memberi air lagi pada tiang itu, monyet E
akhirnya dapat mencapai puncak dan mendapatkan pisang.

Apa moral cerita ini?

Ada beberapa karakter yang dapat kita jumpai.

Monyet A dan monyet B:

Ibaratnya adalah orang yang mempunyai karakter dengan mudahnya menyerah
kalah dan dengan mudahnya mempengaruhi orang lain untuk tidak berusaha,
menanamkan input-2 negatif kepada orang lain.

Padahal : 99% kita-2 yang merasa gagal sebetulnya belum tentu gagal hanya
saja kita cepat menyerah.

Sangat disayangkan bahwa dunia ini sebenarnya dipenuhi oleh orang-2 hebat
yang potensial tetapi terlalu cepat menyerah.

Banyak dari kita yang keburu sudah mati sebelum mencoba menggali seluruh
potensi yang ada pada diri kita.

Monyet C dan monyet D :

Ibaratnya adalah orang yang mempunyai karakter mudah sekali percaya dengan
input-2 negatif yang dia terima, tanpa mau bersudah-susah untuk meraih
kesuksesan, orang-2 yang takut gagal, padahal belum mencoba.

Kita cenderung mengikuti falsafah Jan Spoelman “Kalau ragu, lebih baik tidak
usah dilakukan”

Jika kita tidak pernah mencoba, kita sudah pasti tidak akan pernah berhasil.

Kita berjuang bukan dengan kepandaian, tetapi dengan kegigihan.

Monyet E:

Ibaratnya adalah orang yang mempunyai karakter tidak mudah terpengaruh
dengan input-2 negatif, orang yang selalu berjuang untuk mendapatkan
kesuksesan, berani mencoba, tidak takut gagal Tidak ada seorangpun didunia
ini yang tidak pernah mengalami kegagalan.

Orang yang sukses selalu bangkit kembali meskipun sudah jatuh.

Kalau kita ingin berhasil, kita harus berani mengambil RESIKO.

Have a positive day!
sumber: inspirasi indonesia

5 thoughts on “tentang Monyet

  1. Pertanyaannya adalah..Penelitian ini dilakukan dimana? heheh

    JFS🙂

    Ini membuat aku belajar untuk terus mengasah potensi diri😀

    Salam kenal dari Penjelajah Kecil🙂

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s