Menanti jeritan iba

Pagi membentang luas di jendelaku
Terhampar sinar terang
Malam kembali ke peraduan
Aku terlena…
Hari ini aku bertambah hina
Bertambah hari semakin bejat
Memang tidak terasa, tapi itu nyata
Tidak ingat…aku lalai

Bagaimana nanti?
Tampak suram dan berdebu
Kaku, terpenjara dalam ruang api
Hanya air mata
Ditemani jeritan penuh iba
Sampai kapan mampu bertahan..
KaruniaNya tiada akhir
Hingga aku kembali nanti

hingga kini terus menangis
derai yang terus mengalir
tapak tiada tujuan
terbuai indahnya api
ketika terbakar aku sakit
ketika disiram air tenang
akupun terdiam nyaman
berlari tanpa arah, kemana?
tersesat dan harus kembali
dimana aku? mau kemana?

seakan mimpi-mimpi itu menjawab
semua pertanyaan tentang hidup
tentang harta yang tak mati
tentang jiwa yang ingin kembali
untuk mimpi di depan mata
harus hidup dan melangkah
tersentak, menengadah ke matahari
cahayanya masih terang hiasi hari ini
terima kasih untuk cintaMu

elzacky
Banda aceh, 10 – 10 – 2010

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s