Profil Pribadi Profesional

1. Disiplin
Kemampuan untuk mengalokasikan tenaga, waktu dan pikiran untuk mencapai tujuan tertentu. Seorang pribadi professional harus memiliki kedisiplinan pribad yang tinggi. Bagi seorang professional, melakukan segala sesuatu harus dilakukan secara efisien dan efektif. Prinsip “time is money” merupakan prinsip yang benar-benar diperhitungkan.
Dalam disiplin terkandung unsur-unsur tanggung jawab, inisiatif, mampu menahan diri dan mampu menderita.

2. Berorientasi Pada Kualitas
Seorang pribadi professional dalam melakukan tugas-tugasnya, akan berusaha mencapai kualitas yang terbaik. Dia memiliki selera tinggi, tidak gampang puas, dan selalu menomorsatukan kualitas di dalam setiap tindakan dan pengambilan keputusannya. Berorientasi pada kualitas tidak sama berorientasi pada sesuatu yang mahal. Namun, dia dapat membuat sesuatu memiliki nilai lebih dibandingkan dengan obyek-obyek sejenisnya. Dan akhirnya tentu saja orang-orang di sekelilingnya akan merasakan suasana yang berbeda.

3. Rajin dan Antusias
Berwatak menyukai pekerjaan, memiliki obsesi terhadap pekerjaan, dan tidak menunda pekerjaan. Memiliki motivasi tinggi, bersemangat dan enerjetik dalam melaksanakan pekerjaan yang dipercayakan kepadanya.
Seorang yang berpredikat professional, adalah orang sibuk. Tetapi di dalam kesibukannya dia mampu menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik. Hal ini karena dia menyenangi pekerjaannya, dia selalu menggunakan waktunya untuk menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik. Dia tidak suka menunda-nunda pekerjaannya yang akan berakibat fatal di kemudian hari.

4. Positif
Memiliki sikap berpikir yang memiliki pengharapan dan optimis. Seorang yang berpikir positif akan bekerja dengan bersemangat, karena dia memiliki pengharapan tentang apa yang akan diperoleh dari cucuran keringatnya. Bagaimanapun juga, seorang yang berpikir positif, harus memiliki kemampuan yang lain untuk melengkapi diri, dalam usahanya mencapai kesuksesan.

5. Fleksibel
Memahami perubahan lingkungan sekitar, dan bersedia beradaptasi dengan luwes. Seorang pribadi professional secara terus-menerus akan memonitor situasi lingkungan sekitar, untuk mengamati kekuatan dan kelemahannya, ataupun peluang dan ancamannya. Dia akan dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan untuk mencapai sukses sebagai seorang professional. Dia bukan orang yang kaku atau keras kepala, sebaliknya dia adalah orang yang dapat berkompromi, dalam usahanya untuk mencapai situasi yang menguntungkan dua belah pihak.


6. Rasional
Mampu berpikir secara obyektif, ilmiah, dan mengambil keputusan secara dewasa. Seorang pribadi professional, tidak akan gampang mengambil suatu keputusan yang emosional, yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Dia tidak akan gampang mengikuti arus, ataupun pendapat-pendapat orang lain. Sebaliknya dengan analisis yang rasional, dia akan mengambil keputusan yang dewasa. Tidak kekanak-kanakan.

7. Etis
Bersikap sopan santun, tertib. Dapat memberi penghargaan pada usaha orang lain, dapat berterima kasih dan berjiwa suka memberi. Orang yang bersikap etis berorientasi pada keuntungan bersama. Dalam era manajemen model baru maka seorang yang mau menang sendiri atau dengan mudah menggunakan power yang dimiliki untuk mengalahkan lawannya, sudah buka cara yang berhasil. Sebaliknya dalam menajemen baru, sikap etis adalah suatu keharusan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi.

8. Kompeten
Menguasai ketrampilan-ketrampilan yang diperlukan untuk dapat mengerjakan tugas maupun perannya dengan baik. Jelas sekali bahwa seorang pribadi professional harus memiliki kompetensi atau kemampuan yang baik dalam menjalankan tugas-tugas atau pekerjaannya. Seorang yang tidak kompeten tentu saja bukan luar biasa, kalau selama bertahun-tahun dia tidak meningkatkan kariernya. Tetap sama dari dulu sampai sekarang, dan kalau dia tidak meningkatkan kompetensinya maka dia juga akan sulit untuk menerima tugas dan tanggung jawab yang lebih tinggi.

9. Strategis
Memiliki konsep dengan cakrawala pandangan yang luas dan jauh ke depan. Dengan berpandangan jauh ke depan, dia akan memiliki kemampuan untuk memperkirakan hambatan-hambatan ataupun kemudahan-kemudahan yang bakal terjadi. Dengan demikian, dia akan memiliki perencanaan yang lebih baik, sehingga pada akhirnya dia akan dengan lebih mudah di dalam mencapai tujuan akhirnya. Dalam bertindak akan mengacu pada hasil yang akan dicapai, baru kemudian bertindak. Jadi mendahulukan efektif, baru kemudian efisien.

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s