Kisah kesombongan dan datangnya kebahagiaan

Tak Perlu Sombong …..

Di suatu pagi yg cerah, seorang cendekiawan ingin menikmati pemandangan laut dengan menyewa

sebuah perahu nelayan.

Setelah harga sewa disepakati, keduanya melaut. Melihat nelayan terus bekerja keras mendayung

perahu tanpa banyak bicara, sang cendekiawan bertanya :

“Apa bapak pernah belajar ilmu fisika tentang energi angin & matahari ?”

“Tidak” jawab si Nelayan.

Cendekiawan melanjutkan “Ah, jika demikian bapak telah kehilangan SEPEREMPAT peluang hidup”

Si Nelayan cuma mengangguk-angguk membisu.

“Apa bapak pernah belajar sejarah filsafat ?”.

“Belum pernah” jawab Si Nelayan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Si Cendekiawan melanjutkan “Ah, jika demikian bapak telah kehilangan SEPEREMPAT lagi peluang hidup”.

Si Nelayan kembali cuma mengangguk-angguk membisu.

“Apa bapak pernah belajar & bisa berkomunikasi dengan bahasa asing ?”.

“Tidak bisa” jawab Si Nelayan singkat.

“Aduh, jika demikian bapak total telah kehilangan TIGA PEREMPAT peluang hidup”

Tiba-tiba…angin kencang bertiup keras. Perahu yg mereka tumpangi pun oleng hampir terguling. Dengan

tenang Si Nelayan bertanya kepada Si Cendekiawan “Apa bapak pernah belajar berenang ?”

Dengan suara gemetar & muka pucat ketakutan, Si Cendikiawan menjawab : “Tidak pernah”

Si Nelayanpun berkata dengan santai : “Ah, jika demikian, bapak telah kehilangan SEMUA peluang hidup”

………

KESIMPULAN : Janganlah sombong & merasa lebih hebat dari orang lain. Nobody Is Perfect !


Kebahagiaan

Seorang pemuda berangkat kerja dipagi Hari.

Memanggil taxi, dan naik…

‘Selamat pagi Pak,’…katanya menyapa sang sopir taxi terlebih dulu…

‘Pagi yang cerah bukan?’ sambungnya sambil tersenyum,… lalu bersenandung kecil.

Sang sopir tersenyum melihat keceriaan penumpangnya, dengan senang hati, Ia melajukan taxinya.

Sesampainya ditempat tujuan.. Pemuda itu membayar dengan selembar 20ribuan, untuk argo yang hampir 15 ribu.

‘Kembaliannya buat bapak saja…selamat bekerja Pak..’ kata pemuda dengan senyum.

‘Terima kasih…’ jawab Pak sopir taxi dengan penuh syukur…

‘Wah.. aku bisa sarapan dulu nih… Pikir sopir taxi itu…

Dan ia pun menuju kesebuah warung.

‘Biasa Pak?’ tanya si mbok warung.

‘Iya biasa.. Nasi sayur… Tapi.. Pagi ini tambahkan sepotong ayam’..jawab Pak sopir dengan tersenyum.

Dan, ketika membayar nasi , di tambahkannya seribu rupiah ‘Buat jajan anaknya si mbok,.. ‘begitu katanya.

Dengan tambahan uang jajan seribu, pagi itu anak si mbok berangkat kesekolah dengan senyum lebih lebar.

Ia bisa membeli 2 buah roti pagi ini… Dan diberikannya pada temannya yang tidak punya bekal.

Begitulah…cerita bisa berlanjut..Bergulir… .seperti bola salju…

Pak sopir bisa lebih bahagia Hari itu…

Begitu juga keluarga si mbok…

Teman2 si anak…

keluarga mereka…

Semua tertular kebahagiaan…

Kebahagiaan, seperti juga kesusahan, bisa menular kepada siapa saja disekitar Kita.

Kebahagiaan adalah sebuah pilihan…

Siapkah kita menularkan kebahagiaan hari ini?

Bisa menerima itu adalah berkat…

Tapi bisa memberi adalah anugrah…

Karena perbuatan paling baik adalah saat kita memberi dan memberi tulus dari hati yang paling dalam

sumber:

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s