Masa-masa indah itu ada di putih abu-abu

Setelah beberapa rencana yang dilakukan dan terus gagal oleh para alumni dan siswa ternyata membuahkan hasil yang luar biasa. Sekarang semua elemen (siswa, alumni, dan guru) saling bekerjasama dengan baik untuk mewujudkan reuni akbar seluruh angkatan yang sudah lama dinanti-nanti oleh para alumni. Keinginan itu didasarkan pada keinginan kembali ke sekolah dan nostalgia yang indah.

Rencana yang sudah disepakati oleh beberapa panitia IKA-MANDALA (ikatan alumni MAN 2 Langsa) beserta pihak OSIM (organisasi intra madrasah) adalah:

    1. Bulan Juni, beberapa alumni melakukan kunjungan ke sekolah untuk silaturrahim dan sosialisasi pengukuhan IKA-MANDALA.
    2. Bulan Juli/Agustus, buka puasa bersama dengan agenda utamanya adalah reuni akbar diikuti oleh pemilihan ketua IKA-MANDALA periode mendatang.
    3. Setelah idul fitri, pihak OSIM membuka acara “saweu madrasah”

Aku sih berharap bisa ikutan dan berpartisipasi dalam rangkaian acara-acara tersebut. Karena banyak sekali kenangan yang tertinggal di sana.

“masa-masa indah itu ada di putih abu-abu”

Perpisahan angkatan 2006

Percaya tidak percaya saya percaya pada ungkapan yang satu ini, ada begitu banyak kenangan selama saya menggunakan seragam putih abu-abu dengan label MAN …. (di sini saya masih bingung, mau labelin dengan nama MAN 2 atau MAN Kp.Teungoh Langsa). Kita ambil nada yang terindah, ini tentang kenangan saya selama di MAN 2 Langsa.

Pramandala (Pramuka MAN 2 Langsa)

Aku bergabung dengan organisasi ini sekitar awal atau pertengahan tahun 2004, dari sini aku memulai hal-hal baru. Aku menemukan hidup baru yang belum pernah aku lakukan sebelumnya. Seperti, pertama kalinya aku begadang, tidur di hutan, jalan kaki dari Langsa sampai ke Kuala Simpang, dan yang paling menarik adalah organisasi ini yang pertama membawa aku ke luar daerah. Ketika kami mewakili kota Langsa dalam kegiatan Kemah Budaya Se-Sumatra yang diselenggarakan di sungai gelam, provinsi Jambi.

Bolos sekolah

Percaya atau tidak, aku bukan anak bandel. Sebelumnya aku belum pernah bolos sekolah, pertama kalinya aku bolos sekolah ya ketika aku berada di kelas 1. Saat itu kelas kami masuk siang dan guru yang mengasuh mata pelajaran itu sudah lama kami nantikan, dan tak kunjung tiba. Waau…menanti itu sungguh tidak menyenangkan. Rasanya ingin cepat pulang dan tidur siang pada saat itu, kami memprovokasikan beberapa teman untuk menerima ide itu. Dan…keesokan harinya kami keliling lapangan sekolah sebanyak 15 kali di bawah panasnya matahari siang. Bukan lagi keringatan, tapi juga serasa dipanggang. *harus cari cara bolos yang lebih indah* pikirku.

Gak pernah suka sama pelajaran KIMIA

Kenapa kimia itu sangat membosankan? Bisa dibilang aku siswa yang paling jarang belajar kimia. Aku punya banyak alasan untuk gak masuk kelas pada saat itu. Ketika aku aktif di pramuka, aku dan teman-teman harus mencari sumber dana ke beberapa instansi untuk menyukseskan kegiatan kami dan hampir di tiap kelas kimia aku pake untuk berangkat ke instansi-intansi tersebut. Alasannya untuk ngecek proposal, padahal kami cuma makan aja di sana. “kenapa gak keluarnya pas jam istirahat aja?” Tanya guru piket. “kalo keluar di jam istirahat, trus kami kapan istirahatnya?” guru piket diam, kami dapat izin. Dampaknya baru aku rasakan sekarang, ketika aku kuliah di Jurusan Fisika, aku punya ketertarikan yang besar untuk bahan radioaktif, tapi karena aku gak menguasai kimia sedikitpun, radioaktif bakal jadi boomerang nantinya. Untungnya Fisika itu punya sisi yang sangat luas dan aku punya banyak pilihan bidang ilmu untuk berkembang.

Selalu terlambat

Ada seorang guru yang ntah apa maksudnya, beliau slalu siap dengan kameranya untuk mengambil gambar siswa/I yang terlambat tiap harinya. Dan tidak beruntungnya aku yang slalu tepat sasaran bak foto model. Namanya pak Usman, cara beliau untuk membuat efek jera pada siswa/I yang terlambat tidak berefek besar untuk aku. Ketika itu aku duduk di kelas 2, dan kira-kira 4 hari dalam seminggu aku berkesempatan untuk difoto oleh pak Usman karena sering telat. Kenapa aku telat? Tiap pagi aku keluar rumah tidak lebih dari jam 7.00 pagi, yang membuat aku lama hanya karena angkutan umum (red:sudek, di Banda Aceh disebut labi-labi). Aku paling gak suka kalo naik sudek itu dengan penumpang yang penuh dan berdesak-desakan, maka aku akan menunggu sudek yang paling lapang untuk ditumpangi. Dan sudek kosong itu Cuma ada ketika para siswa/I sudah pada masuk kelas, jam 7.30 kelas sudah mulai belajar dan aku baru menemukan sudek kosong. Tapi pak Usman yang bisa terima alas an apapun. Dan saatnya aku membuka senyum 2 cm, di saat yang lainnya menutup wajahnya layaknya seorang tersangka.

Guru di mata siswa

Mau tidak mau, suka tidak suka, setiap guru punya nama cantiknya masing-masing. Bisa jadi nama itu diambil dari kejengkelan siswa terhadap sang guru, atau kebaikan guru kepada siswa. Itu ya tergantung ke dua belah pihak aja. Di antara nama-nama julukan yang pernah beredar ketika aku belajar di MAN 2 Langsa adalah…jereeeng jrenggg….

Drs. Usman Ibrahim –> Tuan Takur, nama ini berasal dari pembawaan pak Usman yang tampak seperti bandit India dengan motor Yamaha RX King, beliau berlagak bak di film India.

Drs. Yunus –> Pak Kiteng, nama ini sebenarnya nama yang diberitahukan oleh seorang guru, “biar mudah dibedakan, karena banyak kali Yunus di sekolah kita” gitu katanya. Kata kiteng diambil karena rambut bapak satu ini agak keritig. Padahal nama yang kami berikan adalah pak Yaya, karena ketika beliau mengajar PPKN beliau terlalu banyak mengatakan ya.. yaa.. ya… sampai2 kami mencatat jumlah kata-kata “yaa…” yang beliau keluarkan seperti pencatatan hasil pemungutan suara pada Pemilu.

Samsinar, S.Pd –> Ibu Matahari-Neraka, nama ini sebenarnya sangat kejam. Diilhami dari keisengan Taufiqul Hadi, salah seorang temanku yang mencoba belajar bahasa Arab dan menerjemahkan Samsi à matahari dan Nar à neraka.

Nur Azizah, S.Pd à beliau kami panggil mama, karena perhatiannya yang besar sekali kepada kami. Beliaulah walikelas kami pada di kelas 1. Dan peran beliau sangat luar biasa dan kami menikmati pelajaran matematika yang beliau ajarkan.

Drs. Husaini –> Pak Beckham, nama ini datang karena gaya rambutnya yang meruncing ke atas seperti hairstyle-nya David Beckham pada saat itu. Kabar terakhir yang kuterima beliau sekarang sudah jadi kepala sekolah di sebuah Madrasah Tsanawiyah.

Nur Aini, S.Pd –> Ibuk Doraemon, aku gak tau nama ini berasal darimana. Namun beliau sebenarnya periang, tapi banyak gak nyambungnya. Kadang ketawa sendiri dan mungkin aku rasa beliau ingin sekali untuk bisa bercanda layaknya kami bercanda dengan teman-teman lain, tapi beliau kelihatan aneh.

Zuraini, S.Pd –> Buk Jamur, beliau mengajar Biologi. Ketika mengajar di kelas 1, beliau mengajarkan tentang kehidupan jamur. Dan ntah mengapa bahasan jamur sangar popular pada saat itu. Sampe-sampe kami disuruh buat tape sebagai praktikumnya. Tiba-tiba seorang siswa secara tak sadar menunjuk tahi lalat yang ada di wajah ibuk ini sebagai sebuah jamur. Nah, kemudian melekatlah nama Ibuk Jamur di hati kami. Beliau orang yang sangat friendly, tiap lebaran kami belum pernah absen untuk hadir ke rumah beliau. Biasanya jadwal kami berkunjung itu ketika siang, alas an lainnya biar bisa dapat makan siang.

Mungkin ada beberapa nama lagi yang ingin aku bahas di sini, tapi sebenarnya aku lupa. Tiap kami reuni pasti nama-nama ini slalu jadi bahasan favorit kami.😀

6 thoughts on “Masa-masa indah itu ada di putih abu-abu

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s