Aku sering lupa nama teman-teman seangkatanku

Ketika kamu punya banyak teman dan kamu tidak bisa mengingat semua nama teman-temanmu, apa yang kamu rasakan?

Banyak diantara teman-temanku yang protes karena aku tidak bisa mengingat nama mereka satu persatu. Bagiku hal ini adalah hal biasa karena jumlah mereka juga banyak. Dan banyak juga yang aku gak bisa ingat. Palingan yang aku ingat yang dekat denganku saja, yang sering minjamin PR, yang sering bantu fotocopy bahan. 5 tahun aku kuliah di jurusan fisika tidak cukup untuk mengingat nama-nama mereka teman seangkatanku. Aku gak bisa mengingat karena mereka hampir-hampir mirip, mereka tidak familiar, tidak sering seaktifitas denganku.


Ketika kami lagi ngumpul di laboratorium atau di kantin, yang harus aku waspadai adalah “jangan sampai memanggil nama” mereka. Kalo emang ada perlu tinggal bilang aja “hei, tolong pinjamin catatan kuliah yang tadi ya” hanya sebatas itu. Karena ketika aku panggil nama lawan bicaraku hal lain terjadi. Aku salah panggil. Secara otomatis aku kena ceramah singkat dengan durasi 2 menit, “kenapa kamu gak ingat nama teman seangkatan yang sudah hampir lima tahun belajar bersama di jurusan yang sama?” hanya bisa tersenyum dan menjawab “ingatanku tidak begitu bagus untuk mengingat nama kalian semua”.

 


Mengingat itu tidak mudah, bahkan untuk jalan menuju rumah seorang teman yang sudah dekat denganku selama puluhan tahun saja aku kesulitan untuk mengingatnya. Konon lagi mereka yang ‘kurang familiar” bagiku. Menjadi yang diingat itu lebih baik dari yang mengingat. Siapa saja bisa mengingat, namun tidak semua orang bisa diingat. Contohnya, Siapa yang tidak kenal dengan presiden Soekarno dan wakilnya Mohd. Hatta? Tentu semua warga Indonesia ingat dan tahu apa posisi mereka bagi Negara ini. Itu membuktikan aksi mereka berharga dan layak untuk diingat oleh semua penduduk Indonesia.

 

Akan lebih mudahnya mengingat nama teman-teman yang memiliki aktifitas yang sama dengan kita karena frekuensi interaksipun semakin besar. Kalo jumpa tiap hari, dan memiliki kontribusi yang besar, orang tersebut tidak mungkin dilupakan. Sejak semester 3 hingga tahun 2010 aku aktif dalam berbagai organisasi internal kampus yang buat aku banyak mengingat nama-nama teman dari jurusan dan fakultas yang berbeda. Mereka bisa diingat karena kontribusinya yang diperhitungkan dalam organisasi tersebut, bukan karena namanya yang sukar dieja atau asing.

 

Jadilah pengukir sejarah dengan melakukan hal-hal kecil yang bermakna bagi sekitarmu agar namamu tidak dihapus oleh waktu. Jadilah trend setter, bukan follower. Karena tidak mudah berada pada posisi itu dan butuh usaha untuk diingat.

 

One thought on “Aku sering lupa nama teman-teman seangkatanku

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s