Pesan kerinduan

Setelah gersang, hujan turun bermain menemui daratan
Hujan turun dengan lembut
Satu persatu, tanpa harus berlomba satu sama lain
Dengan lembut hujan membasahi bumi yang haus
Aku merindukanmu
Wahai kekasih, tahukah kamu seberapa aku merindu?
Hari-hari ini terasa sepi tanpa kehadiranmu
Malam semakin larut. Aku tak tampak lagi
Ternyata lampu kamar sudah mati
Hujan membuat malam semakin dingin
Namun bayangmu masih setia bersamaku
Di sini, di pikiranku
Menari dan menunjukkan senyum manismu
Sesekali bercanda dan tertawa
Aku hanya tersenyum bersama bayangmu
Sstt..tunggu bisikanku, yang kutitipkan pada angin
Hingga aku berdiri di dekatmu
Membawa pesan kerinduan

4 thoughts on “Pesan kerinduan

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s