Derita mahasiswa semester akhir

Aku gak tau apa yang dirasakan oleh mereka yang sudah menempuh semester 10 atau selebihnya. Tapi Aku yang beru semester VIII terkadang risih pada status ini, betapa tidak, banyak pertanyaan yang sebenarnya tak ingin kujawab dari orang2 yang berada dekat disekitarku.

Derita pertama
Ketika Aku tiba di kampus, Aku mendapati adik leting yang semakin banyak. Dan bahkan banyak yang Aku gak kenal, semua pada manggil “bang”. Terkadang Aku memang tak sadar jika sebenarnya Aku sudah semester VIII. Serasa Aku baru semester IV. Hehhee. Betapa tidak, Aku bisa beradaptasi dengan berbagai angkatan, dan bahkan salah satu dosen ada yang mengira Aku angkatan 2007. Whaaaaa….. awet muda berarti. Yakannnn….

Derita kedua
Ketika liburan akhir semester VII, Aku pulang ke Langsa. Beberapa teman, sodara, dan para tetangga terus bertanya dengan topik yang sama, seakan melemparku dengan tumpukan nilai dan lembar kertas ujian. Kira2 gini pertanyaannya “udah semester berapa?” “mau masuk semester VIII” jawabku. “satu semester lagi ya? Akhir 2010 udah selesai ya?” dan Aku hanya bisa tersenyum dan menjawab “insyaallah, doakan saja”. Tak ada pertanyaan lain, seakan “benar” Aku akan selesai semester ini… ck ck ck

Derita ketiga
Saat siang itu Aku, ayah dan Mama lagi nonton tv, kebetulan adikku sedang kuliah. Ayah bertanya “jadi Tugas Akhir abang tentang apa?” “rencananya tentang sound and vibration gitu yah. Tentang kualitas suara dalam ruangan” akupun mencoba menjelaskan garis besar dari rencana Tugas Akhirku. Namun pernyataan berikutnya dari ayah yang mengejutkan “jadi kapan selesai S1 nya?” “insyaAllah 2011 udah selesai yah” jawabku cepat dan berusaha menghindar dari percakapan berikutnya. “kalo di tahun 2011 belum juga selesai, abang cari uang sendiri untuk kuliah, dan cari uang sendiri untuk makan, ayah gak mau tanggung lagi”. Tiba2 Aku lemas, “iya ayah, doakan saja”. “tapi kalo bisa selesai, ayah punya hadiah untuk abang” tambah ayah, dan Akupun beranjak meninggalkan ruang keluarga tersebut sebelum ada hal-hal lain yang mengejutkan dan saat ini memang Aku tak berpikir tentang hadiah apapun. Yang Aku pikirkan hanyalah bagaimana Aku bisa selesai dalam waktu cepat. belajar itu jawabannya

Derita keempat
Seorang sahabat dari 7 sahabatku yang tergabung dalam La tahzan in the gank adalah oja, semester ini dia sudah tidak ada lagi mata kuliah, hanya tinggal Tugas Akhir doank, enaknya. Suatu hari dia sms “Zaki lagi dimana?” dan Aku sambil sembunyi dari pandangan dosen membalas pesan singkat dari oja “lagi kuliah, bentar lagi keluar” “hari gini masih kuliah? Hahh…”

Terkadang Aku berpikir, enak sekali mereka yang rajin, kerja keras mereka selama ini membuahkan hasil nyata. Jadi teringat hukum 3 newton: aksi = reaksi, fisika banget ya kan? Secara Aku ini kan mahasiswa jurusan fisika. Aku jadi teringat apa yang telah Aku lakukan selama semester awal. Aku malas kuliah, itulah yang terjadi padaku karena sebenarnya Aku memang tak ingin kuliah.
Setelah lulus Madrasah Aliyah, Aku melihat begitu banyak sarjana yang tak menemukan tempat bernaung sepantasnya. Seorang sarjana teknik malah jadi tukang ketik, sarjana ekonomi malah kerja di bengkel. Dan masih banyak lagi hal serupa disekitarku, yang bahkan sangat-sangat tidak sesuai dengan disiplin ilmu mereka. Makanya aku berpikir gak ada gunanya kuliah.. tapi sekarang kenyataanya aku merasa masih bodoh dan harus kuliah lagi setelah aku lulus dan mendapatkan gelar sarjana supaya bisa lebih pintar lagi ke depannya. Semoga aku bisa mendapatkan beasiswa S2.

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s