Mengapa harus Fisika

Jurusan yang dipilih ketika belajar di Universitas bukan hanya untuk dirasakan selama berada di universitas tersebut. Namun jurusan yang dipilih akan berdampak untuk seumur hidup. Latar belakang pendidikan akan terus di-elu-elukan dari mulai kehidupan sehari-hari hingga pekerjaan yang akan kita pilih nantinya. Oleh karena itu aku memilih jurusan Fisika sebagai penunjuk masa depanku.

Aku suka fisika

Ketika masih sekolah di Madrasah Ibtidaiyah, aku punya satu film favorit yang tayang tiap minggu pagi. Film ini tanyang tiap jam 6.00 am. Dan aku harus bangun pagi-pagi untuk nonton ni film. Film ini mengisahkan tentang sebuah keluarga ilmuan yang menemukan beberapa alat canggih

yang dapat membantu mereka dalam beberapa hal yang mereka butuhkan. Alat-alat yang diciptakan tidak berbeda jauh dengan alat yang ada di film doraemon. Namun film yang ini bukan kartun, aku suka cara mereka berfikir untuk menciptakan alat-alat canggih tersebut. Judul filmnya “Honey, I Shrunk The Kids”.

Mainan di rumah banyak yang rusak

Dulunya aku lumayan iseng jadi anak kecil. Aku suka ikut ayah kalo ke bengkel benerin sepeda atau motor. Sampe ke bengkel, aku suka nyari baut atau benda-benda bengkel yang bisa aku modifikasi dengan mainan yang ada di rumah. Yang jelas, mainan yang ada di rumah tidak bertahan lama karena aku beli mainan-mainan itu dengan maksud untuk aku ubah atau gabungkan dengan perangkat-perangkat lain. Misalnya sebuah mobil 4WD mainan dengan dua baterai yang kupunya waktu itu cukup banyak dan kemudian aku pasangkan lampu, bemper tambahan dan apalah. Yang jelas mainan yang kupunya waktu itu tidak bertahan sampe lebih 1 minggu. Bahkan jam tangan juga tidak bertahan lama. Tiap punya jam tangan baru, paling lama satu minggu dan kemudian hal pertama yang aku mutilasi adalah tali jam. Beberapa hari kemudian aku mulai bosan dan mulai menggantungkan jam tangan tersebut layaknya stopwatch. Beberapa hari kemudian, jam tangan tersebut tinggal kenangan.

Fisika itu akar dari ilmu pengetahuan

Fisika itu ada dalam beberapa ilmu pengetahuan lainnya. Dimana-mana ada fisika. Dalam keseharian kita saja ada banyak fisika. Bahkan mulai dari bangun tidur hingga kita tidur kembali, ada bagitu banyak perlakuan fisika dalam diri kita. Mulai dari gerak, gaya, usaha dan lain sebagainya. Hal itu yang membuat fisika itu sangat menakjubkan bagiku dan mungkin bagi teman-temanku.

Pernah situ ketika aku berdiskusi dengan seorang dosen fisika, beliau sangat inspiratif, Pak Muksin namanya.

“kita ini beruntung lho bisa belajar fisika dan kuliah di jurusan Fisika FMIPA. Di sini kita belajar semua, lulus dari sini kita bebas milih mau jadi apa aja. Bagi yang suka mengajar, kita bisa jadi guru. Bagi yang suka penelitian, bisa jadi peneliti, dosen, penggiat IT, dan apa saja yang kita mau. Bebas milih di sini. Kalo zaki mau ambil S2, kita yang lulusan fisika bisa ambil banyak jurusan. Mau ambil geofisika, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Ilmu Material, Geologi, dan yang lainnya bisa-bisa aja. Dan itu memang related. Berbeda dengan mereka yang belajar di fakultas teknik, mereka gak bisa ambil program master untuk jurusan Fisika. Karena fisika itu akarnya ilmu pengetahuan. Tapi fisika bisa menggapai bidang-bidang ilmu lainnya. Itulah keuntungan kita yang belajar di jurusan fisika, kita berbeda, kita spesial”.

Mendengar pernyataan pak Muksin, aku akan merasa sangat menyesal dan merugi bila dulunya aku belajar bukan di jurusan Fisika.

Perkembangan ilmuan saat ini

Albert Einstein adalah salah satu ilmuan fisika yang menemukan teori relativitas. Beliau adalah sangat sesuatu. Pemikir seperti ini ada banyak di Negara Indonesia yang indah ini. Namun beberapa diantara mereka  sangat hebat dan tidak mampu untuk dibudidayakan di Negara ini. Mereka harus mencari rumah baru. Mereka memilih ke luar negeri, dimana ilmu pengetahuan lebih dihargai dan dibutuhkan. Untuk hal ini aku tidak setuju ketika Indonesia hanya memiliki banyak ahli politik. Karena memiliki banyak ahli politik tidak menghasilkan sebuah regulasi baru. Karena banyak orang pintar yang berdebat tidak aka nada habisnya. Karena saran dan ide mereka sama kuatnya. Dan di sana kita melihat asas kepentingan. Siapa yang punya kepentingan, dia yang akan bertahan.

Di Indonesia para orang pintar kurang dihargai dan tidak memiliki lahan yang tepat untuk berkembang. Seharusnya Indonesia mencontoh apa yang dilakukan Jepang beberapa tahun lalu ketika Jepang dihancurkan oleh bom atom yang sangat dahsyat. Mereka memulangkan para pengajar dan ilmuan dan mengisolasi negaranya agar tidak ada pengaruh luar yang mengganggu. Sekarang sudah lebih dari 60 tahun, dan Jepang bisa menjadi super power di Asia. Apakah Indonesia bisa? INDONESIA PASTI BISA. Negara ini memiliki jumlah penduduk yang cukup banyak hingga menempatkan Indonesia sebagai salah satu saingan Amerika sebagai Negara super power. Sehebat apapun Singapore, mereka memang kaya, penduduknya memiliki nilai kekayaan yang tinggi dengan teknologi dan perekonomian yang oke. Namun Singapore tidak mungkin bisa menyaingi Amerika dengan jumlah penduduk Singapore yang sangat sedikit. Tapi Indonesia berpeluang. Warga Indonesia harus bisa bersatu untuk bisa bangkit bersama-sama agar mampu bangkit dari keterpurukan. Pulangkan semua ilmuan Indonesia untuk dapat mengembangkan Negara ini. Banyak dari para ilmuan yang menjadi top scientist di luar sana. Ketika mereka semua pulang dan membangun negri ini, saya tidak ragu jika Indonesia bisa menyaingi Amerika dalam semua bidang.

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s